Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Istri Ust. Yanuar ( guru SMPIT Daarussalaam )
Ditulis oleh Administrator
Selasa, 03 Agustus 2010 23:35
YPMD: Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah Ibu Alvina Rosyada binti almarhum Ahmad Chamdan, istri dari Ust. Yanuar guru SMPIT Daarussalaam, pada hari Selasa (3/8/2010) pukul 20:00 WITA di RS PKT - Bontang.
Rencananya jenazah akan diberangkatkan malam ini untuk dimakamkan di Jawa.
Segenap Pengurus, Pembina, Pengawas, staf dan Keluarga Besar YPM Daarussalaam menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam dan mendoakan semoga almarhumah diterima di sisi-Nya.
Allohummaghfirlaha warhamha wa 'afiha, wa fuanha, wa akrim nuzulaha wa wasi' mudkholaha..
Ya Allah ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, ma'afkanlah dia, baguskanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburnya, mandikanlah ia dengan air, salju dan embun, bersihkanlah ia dari dosa dan kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Jadikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya, masukkanlah ia ke dalam sorga dan lindungilah ia dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah ia dalam kuburnya dan berilah ia cahaya di dalamnya, amin
Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.
Yang turut berduka cita, Keluarga Besar YPM Daarussalaam
Terakhir diperbaharui ( Rabu, 04 Agustus 2010 09:04 )
Banyak hal yang ingin saya ceritakan menjelang ramadhan ini. Banyaknya sama dengan jumlah pemandangan akhir-akhir ini yang saya lihat dan terpampang, pada saat-saat mendekati bulan suci ini.
Sebenarnya hanya dua hal yang membuat saya tertarik untuk saya bagi pada anda. Satu adalah ketika saya menonton siaran berita di televisi. Begitu banyak orang lesehan pada sebuah tempat, dengan atap yang menjulang, tas dan penat yang menggelantung pada wajah mereka, disertai tatapan lelah. Mereka bahkan telah melakukan aktivitas lesehan itu sejak jam 5 subuh. Pada saat adzan bergema, mereka tafakur dalam diam, merunduk mencium kedua lutut mereka. Bukan dengan khidmat mendengarkan adzan lalu melakukan sholat fajar setelah itu. Karena memang tempat mereka lesehan itu bukan di rumah Allah, melainkan pada sebuah stasiun alat transportasi. Stasiun kereta api Gambir. Mereka sambut ramadhan dengan antri pada loket tiket keberangkatan. Alasannya tentu tak ingin kehabisan jika harus antri seminggu menjelang idul fitri. Bahkan pihak terkait tidak bisa menjamin, apakah tiket masih tersedia menjelang lebaran. Maka, mereka harus melakukannya, jika tidak ingin berlebaran jauh dari kampung halaman.
Hal kedua adalah gemuruh di satu mesjid, kawasan Sengata Baru, sekitar jam 8 pagi. Cuaca waktu itu tak bersahabat. Sedari subuh, rinai tak hentinya turun. Namun, aktivitas gemuruh itu tak terganggu sedikit pun. Ratusan anak dan orang tua berkumpul. Sebuah panggung kecil ditengah mesjid telah dipersiapkan. Kemudian anak-anak itu dengan tertib masuk, duduk sesuai dengan tanda yang harus mereka sepakati, agar anak yang lain dapat menempati posisi mereka secara teratur pula. Sedang para ibu-ibu mengatur beberapa barang, diteras mesjid. Menatanya sedemikian rapi, hingga sangat nyaman dipandang. Lalu tiba-tiba, MC mulai bersuara, “Anak-anak, takbir!” maka gemuruh jelas menggema dari mulut-mulut kecil itu, “Allahu Akbar!”. Tempat itu serempak riuh, dengan kegiatan mendongeng kisah ramadhan dari seorang ustad pendongeng yang sengaja didatangkan dari Yogyakarta. Kegiatan ini disebut Tarhib Ramadhan atau menyambut ramadhan yang diselenggarakan Yayasan Pembina Mesjid Daarussalaam Sengata, yang isinya adalah sekolah islam terpadu, dari TK hingga SMP.
Menarik. Itu yang ingin saya ungkap. Betapa ragam aktivitas bisa manusia tampilkan dalam satu kesempatan. Entah itu aktivitas menyenangkan, menggelikan, menyusahkan bahkan menyesatkan. Lebih geli lagi, manusia rela untuk melakukannya, demi rutinitas yang memang telah terbentuk sejak mereka kenal dengan hal ini. Mau tidak mau, mereka pun menjadi terbiasa, bahkan sebagian beranggap, akan aneh jika tidak melakukannya.
Saya teringat, seorang teman mengatakan; ia tidak akan pulang selama ramadhan hingga masa i’tikaf selesai. Selain ia terbiasa akan mengisi ruhiyah tiap ramadhan, karena begitu banyak ustad yang akan ke Sengata, juga ia selalu beranggap ramadhan ini adalah ramadhan terakhirnya. Jelas, itu berarti ia sekali lagi akan menghabiskannya jauh dari keluarga besarnya di rantau. Alasannya masuk akal. Ia tak ingin ramadhannya kali ini akan sia-sia jika harus ia habiskan di perjalanan, sampai di kampung, bertemu dengan sanak saudara, lalu lupa akan indahnya bulan suci ini, jika hanya dilewatkan dengan ngobrol tentang segala hal selama ia tak berada di kampung.
Seorang teman lain, berpikiran hampir sama; apa yang akan ia lakukan di kampung selama ramadhan? Ia terbiasa sibuk mengurus rumah, anak-anak, dan tarawih pada malam harinya. Jika pulang, tinggal di tempat orang tua, tentunya kesibukkan akan menurun. Bingung, karena apa-apa yang ia perlukan serba tersedia di rumah orang tuanya. Ada assisten, yang siap membantu, dari memasak, mencuci, hingga membenahi halaman rumah. Tidak ada aktivitas yang berarti, kilahnya.
Menjelang ramadhan, betapa banyak ragam peristiwa dari sebuah aktivitas yang disuguhkan pada kita. Ada yang berdesir pilu, miris juga pedih. Namun tak sedikit ada warna cerah, berbunga-bunga serta harum. Inilah kebesaran milik-Nya. Banyaknya hal yang disajikan, menjadi pertanda, DIA begitu mencintai kita. DIA masih memberikan kesempatan serta kemampuan pada kita dalam memilah segala hal dengan baik.
Apapun itu, saya yakin, doa saya maupun anda, selalu memiliki kesamaan; berusaha menjadikan ramadhan kali ini sebagai pembelajaran dalam hidup, mengokohkan kesantunan seorang muslim dalam berprilaku, serta meraih setinggi-tingginya ridho milik Allah SWT. Banyak doa yang terlantun, semoga diiringi dengan banyaknya pula usaha dalam menggapai cinta-Nya. Wallahu a’lam bishowab.
Marhaban ya Ramadhan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1431H
Terakhir diperbaharui ( Jumat, 27 Agustus 2010 00:03 )
One Day For Palestine
Ditulis oleh Administrator
Selasa, 22 Juni 2010 23:02
One Day for Palestine, Aksi Galang Dana dan Parade Menulis untuk Gaza
Sabtu (19/6), hujan deras mengguyur Sangatta. Sejak pukul 9 pagi, sekitar sembilan puluh orang siswa dan siswi duduk rapi mengikuti acara “One Day for Palestine” di GOR SMU 1 Sangatta Utara. Mereka berasal dari SMP 1 Sangatta Utara, SMA 1 Sangatta Utara, dan SMKN 1 Sangatta Utara. Acara ini diselenggarakan atas kerja sama IMDA (Insan Muda Daarussalaam) dan Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Sangatta.
Acara dibuka dengan happening art oleh 6 orang siswi SMPIT Daarussalaam, lalu berlanjut dengan orasi yang membangkitkan semangat seluruh peserta yang hadir, disampaikan oleh ust. Ahmad Wasrip, bertema “Pemuda Pengukir Sejarah”. Disamping menyampaikan beberapa menit orasi yang menggebu-gebu, Ustad Iip-begitu beliau biasa disapa- membacakan puisi menyentuh bertajuk “Surat untuk Saudaraku di Palestina”. Pemutaran video liputan penyerangan Israel terhadap rakyat Palestina pun membuat peserta terperangah. Pastinya tayangan kekejaman serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina bukanlah konsumsi sehari-hari para remaja ini, yang hari ini demikian antusias mengikuti acara hingga akhir.
Setelah orasi tersebut, peserta kembali dipompa semangatnya dengan beberapa kata sambutan oleh perwakilan pihak SMA 1 Sangatta Utara, dan menandatangani selembar kain putih sebagai tanda dukungan untuk perjuangan rakyat Palestina. Kotak-kotak infaq dengan cepat diedarkan dan terkumpul Rp 3.487.100 . Infaq tersebut akan disalurkan langsung oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Indonesia ke lembaga yang menyalurkan donasi untuk rakyat Palestina, dan sebagiannya digunakan untuk menerbitkan buku antologi untuk Gaza FLP Kaltim, yang hasil penjualannya 100% akan disalurkan kembali untuk rakyat Palestina.
Menurut Kepala Sekolah SMU 1 Sangatta Utara, penggalangan dana untuk Palestina baiknya tidak hanya dilakukan dalam satu hari saja. Pihak sekolah sendiri sudah merencanakan untuk melakukan penggalangan dana setiap pekan pertama dan pekan ketiga di hari Jumat, yang hasilnya akan terus disumbangkan untuk perjuangan rakyat Palestina. Perwakilan bagian kesiswaan SMU 1 Sangatta Utara menambahkan dalam orasinya, bahwa kegeraman terhadap kekejian Israel tidak cukup hanya sampai pada aksi-aksi serupa walaupun hal ini juga penting. Yang terpenting adalah bagaimana semua generasi muda memiliki semangat untuk menjadi generasi yang lebih cerdas dan produktif, sehingga bisa menandingi apa yang telah diciptakan bangsa Yahudi untuk merusak generasi muda sekarang ini.
Selanjutnya, acara parade menulis dilakukan selama 1 jam di tempat acara. Selain FLP Sangatta yang mengadakan acara ini, FLP Kaltim mengkoordinasikan seluruh cabang FLP se-Kaltim untuk menyumbangkan tulisannya untuk penerbitan buku antologi untuk Gaza ini. Proses penyuntingan naskah dilakukan oleh pengurus FLP cabang Sangatta dan percetakan serta distribusinya dikoordinasikan oleh FLP cabang Bontang. Aksi menulis dan menerbitkan buku secara independen ini dilakukan untuk memberikan nuansa baru dalam aksi kepedulian terhadap bangsa Palestina. Rupiah-rupiah yang terkumpul mungkin akan sangat berarti bagi mereka di sana, tapi yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana meninggalkan sesuatu yang berarti bagi pemuda di Sangatta khususnya, bahwa mereka juga bisa melakukan sesuatu disamping menyumbangkan sedikit dari uang jajan mereka. Menulis berarti membekaskan arti mendalam bagi yang menulis maupun kelak bagi yang membaca. Buku antologi yang akan diterbitkan nantinya akan didistribuskan terbatas kepada seluruh cabang Forum Lingkar Pena (FLP) se-Kaltim, dan diharapkan akan dibaca oleh para remaja di Kaltim untuk menambah pengetahuan dan menularkan kepedulian bagi mereka akan apa yang dirasakan oleh teman-teman mereka sendiri yang menuliskannya.
Kerja sama yang baik antara IMDA, FLP Sangatta, pihak SMU 1 dan SMP 1 Sangatta Utara dalam menyelenggarakan acara ini didukung pula oleh publikasi intensif dari RADAR FM (Radio Daarussalaam).
Terakhir diperbaharui ( Jumat, 09 Juli 2010 23:01 )
Training about “How To Make a Video Profile for Organization”
Ditulis oleh Administrator
Senin, 31 Mei 2010 19:17
Setelah sukses dengan pelatihan web design, tim IT YPMD kembali mencoba memberikan kontribusi bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam. Upaya itu adalah dengan menyelenggarakan pelatihan Bagaimana membuat video profil bagi organisasi atau perusahaan. Ide penyelenggaraan pelatihan ini selain untuk menambah wawasan serta skill pengurus dan anggota Yayasan Pembina Muslim Daarussalaam, juga dipicu kebutuhan YPMD untuk dapat memperkenalkan organisasi ini kepada khalayak.
Pelaksanaan pelatihan ini sendiri dilakukan selama satu hari. Dari pukul 08.30 Wita sampai dengan pukul 15.00 Wita, di hari Ahad, tanggal 16 Mei 2010. Laboratoriun Multimedia SDIT Daarussalaam menjadi tempat yang cukup nyaman bagi peserta untuk menerima materi dari tim pengembang IT YPMD. Kondisi hujan yang lebat tidak mengurangi antusiasme peserta yang berjumlah sekitar 18 orang untuk bertahan di ruang pelatihan yang terbagi dalam dua sesi.
Sesi pertama mengenai pengenalan konsep dasar dari pembuatan video profil, disampaikan dengan cukup menarik oleh Arif Wibowo sebagai pemateri. Di sesi ini peserta diajak untuk menemukan prinsip-prinsip dasar serta keunggulan organisasi maupun perusahaan yang pantas untuk dipublikasikan dalam media video profil. Selain itu, peserta juga diperkenalkan beberapa konsep pembuatan video profil lengkap beserta contoh video profil milik organisasi yang sudah mapan. Berdasarkan respon dan diskusi antara pemateri dengan peserta, tampak pemahaman dan wawasan peserta menjadi bertambah terbuka mengenai bagaimana membuat video profil.
Setelah break untuk makan siang dan sholat dhuhur, pelatihan sesi kedua segera dimulai. Pada sesi ini Yundri Saputra sebagai pemateri, beraksi untuk mengajak peserta berlatih dalam mengambil gambar dengan handycam. Karena rata-rata peserta secara amatir sudah paham cara mengambil gambar dengan handycam, maka proses ini tidak terlalu lama dilewati. Peserta kemudian diajak berlatih bagaimana memasukkan hasil gambar dari handycam ke komputer untuk selanjutnya diedit dengan menggunakan software Adobe Premiere. Pada sesi ini, peserta sangat serius dan bertambah antusias karena menemukan sesuatu yang relatif baru dan berarti bertambah pula kemampuan peserta nantinya.
Pelatihan ini diakhiri dengan semangat baru para peserta yang seolah tidak sabar untuk segera membuat video profile untuk YPMD dan organisasi turunannya. Melihat kondisi ini juga membuat panitia dan tim IT YPMD lebih bersemangat menemukan hal-hal baru yang nantinya dibagi kembali kepada para pengurus dan anggota YPMD. Jadi bagi anda yang tertarik, silahkan tunggu kiprah tim IT YPMD selanjutnya. Wassalam. (Awi').